Makalah Lengkap dan Pengetahuan Umum
Indeks
umum  

DAMPAK GLOBALISASI

Dampak Positif Globalisasi

1). Berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Perkembangan ilmu pengetahuan yang cepat membawa perubahan yang cepat pula dalam bidang teknologi. Globalisasi membawa masyarakat melakukan penyesuaian terhadap perubahan sosial budaya. Hal ini dapat dilihat dari minat masyarakat terhadap ilmu pengetahuan yang semakin besar.

Teknologi yang dihasilkan sebagai aplikasi dari ilmu pengetahuan kemudian dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat. Pemanfaatan teknologi ini membawa banyak keuntungan bagi masyarakat seperti kemudahan dalam melakukan berbagai kegiatan, hasil produksi menjadi lebih banyak, dan sebagainya.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di berbagai bidang kehidupan membawa pengaruh positif dalam masyarakat. Dalam bidang pertanian misalnya, perkembangan teknologi yang diterapkan mampu meningkatkan hasil produksi pertanian.

Selain keuntungan terhadap hasil produksi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga mampu meningkatkan efektivitas sehingga terjadi efisiensi

2). Meningkatnya Efektivitas dan Efisiensi

manfaat globalisasi dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi. pemanfaatan teknologi internet dalam penjualan tiket pesawat, kereta, bis dan transportasi lain secara on line. Pembayaran tiket dilakukan dengan transfer melalui ATM atau SMS banking.

Efektivitas dan efisiensi adalah kata kunci untuk   menjelaskan pengaruh positif globalisasi.  Efektivitas dapat diartikan sebagai pengukuran keberhasilan dalam pencapaian tujuan yang telah diinginkan. Apabila sesuatu telah berhasil dikerjakan dengan cara yang tepat dan sesuai dengan yang diinginkan maka disebut efektif.

Globalisasi memberikan manfaat yang sangat besar dalam kehidupan manusia. Diantaranya adalah terjadi efektivitas dalam penggunaan pikiran, tenaga, ataupun waktu. Hal ini tentunya membuat segala kebutuhan manusia dapat dipenuhi dengan lebih mudah.

3). Perekonomian Suatu Negara Semakin Meningkat

Waters dalam Kamanto Sunarto (2004) berpandangan bahwa globalisasi berlangsung salah satunya pada bidang perekonomian. Globalisasi ekonomi tampak antara lain di bidang perdagangan, produksi, investasi, ideologi organisasi,  pasar  modal,  dan     pasar  kerja.

Globalisasi  perekonomian ini  mampu  membawa  banyak  manfaat  positif.  Salah  satu  dampak positif kehadiran globalisasi ekonomi adalah semakin berkembang dan menggeliatnya perekonomian sebuah negara. Hal ini salah satunya  karena semakin banyak modal yang masuk ke sebuah negara.

Indonesia juga menjadi salah satu sasaran dunia internasional sebagai tempat terbaik untuk berinvestasi, terutama untuk sektor pertambangan, pertanian dan industri.

4). Meningkatnya Taraf Hidup Masyarakat

Pengaruh positif dari globalisasi yang sebelumnya dibahas adalah meningkatkan perekonomian sebuah negara. Meningkatnya perekonomian suatu negara pada akhirnya dapat membuat peningkatan taraf hidup masyarakat.

Keadaan seperti ini akan membuat negara semakin aman, damai, dan tentram karena bisa menurunkan tingkat kriminalitas di negara tersebut seperti pencurian, pembunuhan, korupsi, dan lainnya. Dunia yang tanpa batas saat ini memungkinkan seseorang untuk berusaha meningkatkan taraf hidup dan  keluarganya.

Tidak sedikit warga negara kita yang bekerja di luar negeri untuk membiayai kebutuhan keluarganya di dalam negeri.

5). Komunikasi Semakin Cepat dan Mudah

Dahulu, mungkin orang tua kita membutuhkan waktu lama untuk berkomunikasi dengan kerabat atau sahabat yang berada di wilayah atau di negara lain. Media yang digunakan berkomunikasi saat itu melalui media surat-menyurat.

Tetapi saat ini komonukasi sudah bergeser diantaranya dengan surat elektronik (e-mail), internet, telepon, media jejaring sosial, dan sebagainya. Saat ini media komunikasi tersebut lebih disukai masyarakat karena dianggap lebih cepat dan murah. Dalam hitungan detik pesan kita sudah tersampaikan.

6). Berkembangnya Dunia Pariwisata

Globalisasi berdampak positif bagi perkembangan dunia pariwisata di suatu negara, tak terkecuali di Indonesia. Tempat-tempat wisata di Indonesia semakin  dikenal  masyarakat  dunia  lewat  berbagai  teknologi  seperti internet dan media sosial lainnya.

Kesenjangan jarak tidak lagi menjadi masalah karena didukung dengan kemudahan sesama transportasi. Selain itu penyebaran informasi melalui media internet atau aplikasi smartphone menjadikan tempat-tempat wisata yang dikunjungi oleh wisatawan dengan mudah diketahui orang lain. Sehingga mereka kemudian tertarik untuk berkunjung pula di tempat tersebut.

7). Perkembangan Alat Komunikasi dan Keterbukaan Informasi

Keterbukaan dan kebebasan informasi sangatlah penting terutama di masa globalisasi seperti sekarang. Saat ini informasi beredar secara global dan cepat. Berita, kejadian, atau hal-hal yang ada di belahan dunia mana pun, dalam hitungan menit setelah peristiwa terjadi dapat kita peroleh informasinya.

Informasi yang masuk dan keluar tidak bisa dibendung. Akses informasi semakin terbuka lebar, masyarakat bisa mendapatkan berbagai informasi dengan mudah dan cepat.

Dampak Negatif Globalisasi

Globalisasi selain sebagai peluang ternyata dapat menjadi ancaman. Sebagai contoh, perkembangan teknologi informasi melalui peralatan canggih telah menjadikan berbagai informasi antarbangsa dapat diakses tanpa pengawasan negara.

Hal ini menjadikan suatu bangsa tidak bisa menolak nilai-nilai yang masuk ke negaranya. Nilai budaya yang masuk dan tidak sesuai dengan kepribadian bangsa bisa mengubah pola pikir dan tingkah laku masyarakat. Bahkan akibatnya bisa berbahaya bagi suatu negara. Bahaya yang terjadi bisa tanpa peperangan, karena cukup dengan sebaran informasi nilai-nilai negatif melalui jaringan komunikasi, suatu bangsa dapat hancur.

Selain dampak di atas, berikut dampak negatif globalisasi antara lain :

1). Westernisasi

Westernisasi adalah suatu perbuatan seseorang yang mulai kehilangan nasionalisme dengan meniru atau melakukan aktivitas kebarat-baratan. Westernisasi dilakukan di antaranya dengan cara meniru gaya hidup bangsa Barat seperti bangsa Eropa dan Amerika.

Bangsa Eropa dan Amerika dianggap sebagai bangsa yang lebih modern sehingga banyak anggapan bahwa meniru mereka akan disebut modern. masuknya gaya hidup dan perilaku bangsa Barat belum tentu sesuai dengan budaya kita. Westernisasi dapat dilihat dari cara berpakaian, cara mengisi waktu luang, dan sebagainya.

Gaya hidup yang bermewah-mewahan, gaya rambut kepirang-pirangan, pergi ke klub malam, dugem adalah beberapa diantara contoh perilaku westernisasi. Westernisasi dapat terjadi karena masyarakat seringkali menyalahartikan antara westernisasi dan modernisasi. Padahal antara westernisasi, globalisasi dan modernisasi adalah hal yang berbeda.

a. Faktor Penyebab Westernisasi

Faktor penyebab terjadinya westernisasi antara lain sebagai berikut!

  1. Kurang penguasaan dan berkembangnya iptek.
  2. Masyarakat yang bersifat konsumtif terhadap barang-barang luar negeri.
  3. Maraknya budaya Barat dan akulturasi (percampuran) budaya.
  4. Kurangnya kesadaran masyarakat memilah budaya yang baik atau buruk.
  5. Munculnya keinginan untuk mencari kebebasan, seperti negara-negara Barat
  6. Meniru gaya berbusana, rambut, serta gaya hidup ke barat-baratan.

b) Dampak Positif Westernisasi

  1. Dapat menguasai iptek.
  2. Terjadi akulturasi (percampuran) budaya sehingga tidak mengalami kebosanan budaya karena masyarakat selalu menginginkan hal-hal yang baru.
  3. Penggunaan bahasa lain dalam komunikasi meningkatkan wawasan dan pengetahuan.
  4. Munculnya ide-ide baru yang dapat membantu kemajuan IPTEK.

c) Dampak Negatif Westernisasi

  1. Lunturnya jiwa nasionalis dan jati diri bangsa.
  2. Melunturkan semangat cinta akan bangsa dan budaya sendiri. (3) Gaya hidup yang bersifat konsumtif.
  3. Mencari segala sesuatu yang instan.
  4. Budaya   Barat   yang   dikenal   dengan   konsep   liberalisme,   yang mengakibatkan munculnya pornografi, pergaulan bebas, dan sebagainya.

2). Demoralisasi

Memudarnya nilai dan norma sosial ini pada akhirnya dapat menyebabkan munculnya dekadensi moral atau demoralisasi. Dekadensi moral atau demoralisasi adalah menurunnya atau merosotnya akhlak atau moral seseorang.

Ciri dari penurunan moral ini salah satunya ditunjukkan dari perilakunya yang   bertentangan dengan nilai dan norma dalam masyarakat. Demoralisasi yang banyak kita jumpai saat ini antara lain pembunuhan, pencurian, korupsi, dan pergaulan bebas. Akibat selanjutnya dari demoralisasi adalah meningkatnya kriminalitas dalam masyarakat.

3). Kesenjangan Sosial Ekonomi

Kesenjangan sosial ekonomi adalah perbedaan yang tajam antara satu kelompok dengan kelompok lain dalam bidang sosial dan ekonomi.

Kesenjangan  sosial  ekonomi dapat  terjadi  karena  pembangunan  dan  modernisasi  tidak  dilaksanakan secara merata dan berimbang.  Ketidakmerataan pembangunan menyebabkan hasil  pembangunan  yang  diterima  masyarakat  belum  merata.

Hasil-hasil yang dicapai dalam pembangunan dan globalisasi hanya dinikmati oleh sebagian masyarakat saja. Ketidakmerataan dan ketidakseimbangan hasil- hasil  pembangunan  pada  akhirnya  bisa  membahayakan  kehidupan  sosial di antaranya yaitu terjadinya kecemburuan sosial.

Akibatnya, di satu pihak berkembang golongan masyarakat kaya dan serba-mewah, di sisi yang lain berkembang golongan masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan.

4). Kriminalitas

Kriminalitas dapat disebut juga sebagai segala bentuk tindakan yang melanggar norma hukum. Tindakan kriminal yang dilakukan makin bervariasi. Mulai dari cara sederhana sampai menggunakan teknologi canggih dapat kita temukan. Kriminalitas yang dilakukan saat ini seolah ikut memanfaatkan arus globalisasi.

Kriminalitas yang semakin merajalela adalah dampak lanjutan dari segala macam masalah sosial yang muncul di masyarakat. Dari hari ke hari, media massa baik cetak, media online ataupun media elektronik di dominasi oleh berita kriminal mulai dari pembunuhan, mutilasi, pembuangan bayi, penculikan, penipuan, korupsi, dan sebagainya.

Bahkan, perkembangan media hiburan, media massa atau media sosial lain turut berperan dalam memicu terjadinya tindakan kriminal di kalangan masyarakat.Faktor penyebab terjadinya kriminalitas adalah:

  1. pertentangan dan persaingan,
  2. perbedaan ideologi politik,
  3. kepadatan dan komposisi penduduk,
  4. perbedaan kekayaan dan pendapatan, dan
  5. mentalitas yang labil.

Banyaknya kriminalitas yang terjadi mengakibatkan dampak yang tidak sedikit. Adapun akibat dari kriminalitas di antaranya adalah:

  1. merugikan pihak lain baik material maupun imaterial,
  2. merugikan masyarakat secara keseluruhan,
  3. merugikan negara, dan
  4. mengganggu stabilitas keamanan masyarakat.

Kriminalitas yang makin banyak terjadi di masyarakat mengharuskan berbagai pihak berpikir mencari cara pemecahan yang dianggap efektif. Adapun solusi yang dapat dilakukan adalah seperti berikut.

  1. Menegakkan sanksi hukum yang tegas dan tanpa pandang bulu.
  2. Mengaktifkan peran orang tua dan lembaga pendidikan dalam mendidik anak.
  3. Selektif terhadap budaya asing yang masuk agar tidak merusak nilai budaya bangsa.
  4. Menjaga kelestarian dan kelangsungan nilai dan norma dalam masyarakat.

5). Pencemaran Lingkungan

Pencemaran merupakan perbuatan mencemari atau membuat lingkungan menjadi tercemar. Pencemaran dapat dikelompokkan menjadi pencemaran udara, pencemaran tanah, pencemaran air, dan pencemaran suara.

Pencemaran lingkungan ditandai dengan berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya.

Pencemaran lingkungan, baik lingkungan udara, air, suara, maupun tanah, akan berdampak bagi kesehatan tubuh manusia maupun makhluk hidup yang lainnya. Banyak wabah penyakit yang ditimbulkan dari pencemaran, seperti sesak napas, keracunan udara, kolera, asma, dan TBC.

Mengingat bahaya tersebut, berbagai usaha perlu dilakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Usaha-usaha untuk menjaga kelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan hanya dalam skala lokal maupun nasional, melainkan harus dilaksanakan dalam skala global.

Semua negara bersama-sama menanggulangi terjadinya pencemaran. Penanggulangan pencemaran dapat berupa penanggulangan administratif, edukatif, dan juga teknologis.

6). Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja disebut juga dengan istilah juvenille deliquency. Kartini Kartono (1992) menjelaskan bahwa kenakalan remaja atau juvenile delincuency sebagai gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial.

\Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang. Kenakalan remaja juga dapat diartikan sebagai semua perbuatan anak remaja (usia belasan tahun) yang berlawanan dengan ketertiban umum (nilai dan norma yang diakui masyarakat) yang ditujukan pada orang, binatang, dan atau barang-barang yang dapat menimbulkan bahaya atau kerugian pada pihak lain. Kenakalan remaja lebih banyak dipicu oleh sifat atau kepribadian jiwa remaja yang masih labil dan mencari jati diri.

Adapun salah satu faktor penyebab kenakalan remaja adalah demonstration effect, yaitu pola hidup memperlihatkan penampilan yang tidak sesuai dengan keadaan  yang  sebenarya  demi  diperolehnya  gengsi  atau  prestise.  Dalam pola hidup semacam ini remaja berusaha menampilkan sikap dan pola hidup seolah-olah kaya, maju, modern dan sebagainya.

Banyak contoh dan gejala kenakalan remaja yang terjadi di sekitar kita. Bentuk-bentuk kenakalan remaja di antaranya adalah seperti.

  1. Kenakalan remaja yang menimbulkan korban fisik pada orang lain, seperti perkelahian, perampokan, pembunuhan.
  2. Kenakalan remaja yang menimbukan korban materi, seperti perusakan, pencurian, pencopetan, pemerasan.
  3. Kenakalan  remaja  yang  tidak  menimbulkan  korban  di  pihak  lain, seperti penyalahgunaan narkoba.
  4. Kenakalan yang melawan status, sebagai pelajar dengan cara membolos, mengingkari status sebagai anak dengan cara pergi dari rumah atau membantah perintah orang tua.
  5. Kenakalan   remaja   nonkriminal   adalah   remaja   yang   cenderung tertarik pada kesenangan yang sifatnya menyendiri, apatis terhadap kegiatan masyarakat atau sekolah, melamun, mudah tersinggung, dan sebagainya.
  6. Perasaannya sangat peka dan mudah terluka, cepat tersinggung dan membesar-besarkan kekurangannya sendiri.

Gejala dari kenakalan remaja bentuk tersebut di antaranya adalah seperti berikut:

  1. mengebut di jalan.
  2. membentuk kelompok-kelompok dengan aturan tidak etis, misalnya kelompok pergaulan bebas.
  3. membentuk kelompok yang cenderung membawa ke arah destruktif, seperti kelompok tawuran, pemerasan.
  4. Pengedaran gambar, atau VCD porno di kalangan anak remaja.
  5. Memakai, mengedarkan, dan memasuki jaringan pemakaian narkoba dan obat-obat terlarang.
  6. Tindakan indisipliner di sekolah, di rumah, di tempat umum, misalnya tidak masuk sekolah, membolos, tawuran, tidak patuh pada orang tua, dan guru.
  7. Mencoret-coret dan merusak fasilitas umum.
  8. Melakukan   tindakan   penyimpangan   seksual   yang   tidak   sesuai dengan nilai-nilai serta norma yang berlaku, misalnya pemerkosaan, pencabulan, kumpul kebo dan sebagainya.
  9. Melakukan   tindakan   kriminal   misalnya:   mencuri,   merampok, membunuh dan sebagainya.

 

 

Tinggalkan Balasan