Menu
Makalah Lengkap dan Pengetahuan Umum

Pasar dan Pemasaran

  • Bagikan

Pengertian Pasar

Pengertian pasar secara sederhana  dapat  diartikan  sebagai  tempat  bertemunya para penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi. Pengertian  ini  mengandung  arti  pasar  memiliki  tempat atau lokasi tertentu. Namun dalam praktiknya pengertian pasar dapat lebih luas lagi. Artinya pembeli dan penjual tidak harus bertemu disuatu tempat untuk melakukan transaksi, tetapi cukup melalui sarana elektronik seperti, faksimili atau melalui internet.

Pengertian  lain   yang   lebih   luas  tentang   pasar adalah  himpunan  pembeli  nyata  dan  pembeli  potensial atas   suatu   produk.   Pasar   nyata   maksudnya   adalah himpunan  konsumen  yang  memiliki  minat,  pendapatan, dan akses pada suatu produk atau jasa tertentu.

Dalam pasar  ini  konsumen  melakukan  transaksi,  hal  ini disebabkan konsumen didukung dengan minat atau keinginan untuk membeli serta memiliki pendapatan atau akses. Jika masih merupakan keinginan dan suatu saat apabila telah memiliki pendapatan dan ada akses merekan akan membeli, kelompok ini merupakan pasar potensial.

Pemasaran adalah mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan   manusia   dan   sosial.   American   Marketing Association (AMA) adalah suatu fungsi organisasi dan serangkaian proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan, dan memberikan nilai kepada pelanggan   dan   untuk   mengelola   hubungan   pelangan dengan  cara  yang  menguntungkan  organisasi  dna pemangku kepentingannya (Kotler, 2013).

Sedangkan manajemen pemasaran adalah seni dan ilmu memilih pasa sasaran  dan  meraih,  mempertahankan,  serta menumbuhkan pelanggan dengan menciptakan, menghantarkan, dan mengkomunikasikan nilai pelanggan yang unggul (Kotler, 2013).

Pasar juga dapat diartikan pula sebagai mekanisme yang terjadi antara pembeli dan penjual atau tempat pertemuan antara kekuatan permintaan dan penawaran. Permintaan adalah jumlah barang yang diminta konsumen pada berbagai tingkat harga pada suatu waktu tertentu.

Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan suatu barang atau jasa

Faktor-faktor  yang  mempengaruhi  permintaan  suatu barang atau jasa adalah:

  1. Harga barang itu sendiri.
  2. Harga barang lain    yang   memiliki   hubungan (barang pengganti atau barang pelengkap).
  3. Pendapatan
  4. Selera
  5. Jumlah penduduk/demografi
  6. Faktor khusus (akses)
  7. Budaya

Faktor- faktor yang mempengaruhi penawaran suatu barang atau jasa

Selanjutnya pengertian penawaran adalah jumlah barang dan atau jasa yang ditawarkan produsen pada berbagai tingkat harga pada suatu waktu tertentu. Faktor- faktor yang mempengaruhi penawaran suatu barang atau jasa adalah:

  1. Harga barang itu sendiri.
  2. Harga barang lain yang memiliki hubungan (barang pengganti atau barang pelengkap).
  3. Teknologi.
  4. Harga input (ongko.s produksi)
  5. Tujuan perusahaan.
  6. Faktor khusus (akses).

struktur pasar

Jumlah permintaan dan penawaran serta jenis barang yang ada di pasar saat ini dapat dijadikan dasar untuk mengetahui struktur pasar atas produk atau jasa tersebut. Adapun struktur pasar yang ada bisa dikelompokkan ke dalam:

a. Pasar persaingan sempurna

Suatu  pasar  di  mana  terdapat  sejumlah  besar penjual dan pembeli, sehingga tindakan penjual secara individu   tidak  mempengaruhi   hargan   barang  dipasar. Produk yang dihasilkan produsen relatif sama (homogen). Dalam pasar ini setiap produsen adalah pengambil harga (price taker).

b. Pasar Persaingan Monopolistik

Suatu pasar di mana terdapat banyak penjual atau perusahaan dan memiliki ukuran-ukuran yang relatif sama besarnya.  Produk  yang  dihasilka  berbeda  corak. Perusahaan  mempunyai  sedikit  kekuatan  dalam menentukan dan mempengaruhin tingkat harga, sehingga untuk memperoleh penjualan yang tinggi memerlukan promosi yang sangat besar.

c. Pasar Oligopoli

Sebuah struktur pasar yang hanya terdapat sedikit penjual. Barang yang dihasilkan adalah barang standar dan barang berbeda corak. Hambatan untuk memasuki industri ini sangat sulit, hal ini disebabkan modal yang diperlukan relatif besar. Peran iklan sangat dominan untuk meningkatkan penjualannya. Perusahaan dalam pasar ini jarang bersaing mengenai harga, tetapi bersaing pada faktor lain seperti kualitas atau desain.

d. Pasar Monopoli

Struktur pasar di mana hanya terdapat satu penjual saja. Barang yang dihasilkan tidak mempunyai barang pengganti yang mirip. Sangat sulit memasuki industri ini karna ada nya hambatan penguasaan bahan mentah yang strategis   oleh   pihak-pihak   tertentu,  terdapat   skala ekonomi, dan peraturan pemerintah. Untuk memperoleh kentungan yang maksimal perusahaan harus mampu menentukan tingkat harga dan jumlah produk yang harus dijual secara bersamaan.

Pemasaran

Pemasaran seperti  yang dikemukakan oleh Philip Kotler adalah:

Suatu proses sosial dan manajerial dengan mana Individu   dan   kelompok   memperoleh   apa   yang mereka butuhkan dan inginkan dengan cara menciptakan  serta  mempertukarkan  produk  dan nilai dengan pihak lain.

Pemasaran  dapat  pula  diartikan  sebagai  upaya untuk menciptakan dan menjual produk kepada berbagai pihak dengan maksud tertentu. Pemasaran berusaha menciptakan dan mempertukarkan produk baik barang maupun jasa kepada konsumen di pasar.

Kelompok pasar terdiri dari:

  1. Pasar konsumen
  2. Pasar industrial
  3. Pasar reseller dan
  4. Pasar pemerintah

A. Segmentasi, Targetting dan Positioning

1. Segmentasi Pasar/Market Segmentation

Segmentasi pasar artinya membagi pasar menjadi beberapa kelompok pembeli yang berbeda yang mungkin memerlukan  produk  atau  marketing  mix  yang  berbeda pula. Untuk melakukan segmentasi pasar terdiri dari beberapa  variabel  yang  harus  diperhatikan  agar segmentasi yang telah dilakukan tepat sasaran.

Variabel untuk melakukan segmentasi terdiri dari segmentasi pasar konsumen dan segmentasi pasar industrial. Variabel utama untuk melakukan segmentasi menurut philip Kotler, antara lain:

  1. Segmentasi berdasarkan geografis (bangsa,  provinsi, kabupaten, kecamatan, iklim).
  2. Segmentasi berdasarkan demografis (umur, jenis kelamin, ukuran keluarga, daur hidup keluarga, pendapatan, pekerjaan, pendidikan, agama, ras).
  3. Segmentasi berdasarkan psikografis (kelas sosial, gaya hidup, karakteristik kepribadian).
  4. Segmentasi berdasarkan perilaku  (pengetahuaan, sikap, kegunaan, tanggap terhadap suatu produk).

2. Pasar Sasaran (Market Targeting)

Secara umum pengertian menetapkan pasar sasaran adalah mengevaluasi keaktifan setiap segmen, kemudian memilih salah satu dari segmen pasar atau lebih untuk dilayani. Kegiatan menetapkan pasar meliputi:

a. Evaluasi segmen pasar

  1. Ukuran dan pertumbuhan segmen seperti data penjualan terakhir, proyeksi laju pertumbuhan, dan margin     laba dari setiap segmen.
  2. Struktural segmen yang menarik dilihat dari segi profitabilitas.
  3. Sasaran dan sumber daya perusahaan.

b. Memilih segmen, yaitu menentukan satu atau lebih segmen yang memilki nilai tinggi bagi perusahaan, menentukan segmen mana dan berapa banyak yang dapat dilayani.

  1. Pemasaran  serbasama.  Melayani  semua  pasar dan   tawaran   pasar   dalam   arti   tidak   ada perbedaan.
  2. Pemasaran   serbaaneka,   merancang   tawaran untuk  semua  pendapatan,  tujuan  atau kepribadian. Seperti beda desain untuk industri mobil.
  3. Pemasaran terpadu, khusus untuk sumber daya manusia yang terbatas.

3. Posisi Pasar (Market Positioning)

Menentukan posisi yang kompetitif untuk produk atas suatu pasar. Tujuan penetapan posisi pasar (martket positioning) adalah untuk membangun dan mengkomunikasikan keunggulan bersaing produk yang dihasilkan ke dalam benak konsumen.

B. Strategi Bauran Pemasaran (Marketing Mix)

1. Strategi Produk

Pihak perusahaan terlebih dahulu harus mendefenisikan, memilih, dan mendesain suatu produk disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan konsumen yang akan dilayani. Produk dapat berupa barang (benda berwujud)  dan  jasa  (tidak  berwujud).  Strategi  produk yang dilakukan oleh perusahaan dalam mengembangkan suatu produk adalah sebagai berikut:

  1. Penentuan logo dan moto.
  2. Menciptakan merek.
  3. Menciptakan kemasan.
  4. Keputusan label.

2. Strategi Harga

Penentuan harga menjadi sangat penting untuk diperhatikan, mengingat harga merupakan salah satu penyebab laku tidaknya produk yang ditawarkan. Salah dalam menentukan harga akan berakibat fatal terhadap produk  yang  ditawarkan  dan  berakibat  tidak  lakunya produk tersebut dipasar. Ada beberapa strategi harga yag sering diterapkan oleh sebuah perusahaan, yaitu:

  1. Skimming pricing, harga awal produk yang ditetapkan setinggi-tingginya dengan tujuan bahwa produk atau jasa memiliki kualitas tinggi
  2. Penetration pricing, dengan menetapkan harga yang serendah-rendahnya mungkin dengan tujuan untuk menguasai pasa
  3. Status quo pricing, harga ditetapkan sesuai dengan harga pesaing.
  4. Diskon  Pricing,  harga  yang  ditetapkan  oleh  sebuah perusahaan untuk meningkatkan hasil penjualan.

3. Strategi Lokasi dan distribusi

Penentuan lokasi dan distribusi beserta sarana dan prasarana pendukung menjadi sangat penting, hal ini disebabkan  agar  konsumen  mudah  menjangkau  setiap lokasi yang ada serta mendistribusikan barang dan jasa. Hal- hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan dan penentuan lokasi adalah dengan pertimbangan sebagai berikut:

  1. Dekat dengan kawasan industri.
  2. Dekat dengan lokasi perkantoran
  3. Dekat dengan lokasi pasa
  4. Dekat dengan pusar pemerintahan.
  5. Dekat dengan lokasi perumahan atau masyarakat.
  6. Mempertimbangkan jumlah pesaing yang ada di suatu lokasi.
  7. Sarana dan prasarana (jalan, pelabuhan, listrik dan lain-lain).

4. Strategi Promosi

Promosi merupakan kegiatan marketing mix yang terakhir. Dalam kegiatan ini perusahaan berusaha untuk mempromosikan seluruh produk atau jasa yang dimilikinya baik  langsung maupun  tidak  langsung. Paling tidak  ada empat macam sarana promosi yang digunakan oleh setiap perusahaan dalam mempromosikan baik produk maupun jasanya. Keempat macam sarana promosi itu adalah:

  1. Periklanan (advertising)
  2. Promosi penjualan (sales promotion)
  3. Publisitas (publicity)
  4. Penjualan pribadi (personal selling)

5. Peramalan/Forecasting

Peramalan merupakan pengetahuan dan seni untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang pada saat sekarang. Peramal harus mencari data dan informasi masa lalu. Data dan informasi masa lalu merupakan perilaku yang terjadi di masa lalu dengan berbagai kondisi pada saat itu.

Untuk melakukan peramalan permintaan di masa yang akan datang dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Survei niat pembeli
  2. Gabungan pendapat tenaga penjual
  3. Pendapat ahli
  4. Metode tes pasar analisis deret waktu
  5. Analisis permintaan secara statistik.

Penyusunan  ramalan   dapat  dilakukan   atas  dasar, antara lain:

  1. Apa kata orang, penelitian atas pendapat pembeli, tenaga penjual, dan pendapat para ahli.
  2.  Apa yang dilakukan orang, uji pasar, dan tanggapan pembeli.
  3. Apa  yang  telah  dilakukan  orang,  perilaku  pembeli dimasa lalu, dengan deret waktu atau analisis regresi.

 

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *